Pada tahun 1988, Ustadz Ahmad Fahmi sempat berguru di Makkah ke­pada Syaikh Muhammad Yasin Al-Fa­dani (wafat 1410 H/1990 M) dan mem­peroleh Ijazah ‘ammah dalam ilmu hadits dari gurunya itu.

Abuya juga sempat berguru dengan Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani (wafat 1425 H/2004 M), hingga dianugerahi oleh guru yang sa­ngat mencintai dan dicintainya ini gelar “Al-Maliki” pada tahun 2002 atas pema­ham­annya yang mendalam dalam persoalan-persoalan agama.

Ustadz Ahmad Fahmi Zamzam telah ber­khidmat lebih dari 20 tahun di Ma‘had Tarbiyah Islamiyah, Derang, Kedah, da­lam usaha mendidik tunas-tunas muda dan memimpin mereka ke jalan Allah.

Pada tahun 2001, ia mendirikan Pon­dok Pesantren Yayasan Islam Nurul Hi­dayah (YASIN) di Muara Teweh, Kalimantan Tengah.

Seterusnya pada tahun 2003, ia mendirikan Pondok Pesantren YASIN yang kedua di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Dan yang ketiga, pada tahun 2009, ia membangun lagi pondok pesantren di Balikpapan, Kalimantan Timur. Oleh karena itu, sejak tahun 2001, ia senantiasa pulang pergi antara Malay­sia dan Indonesia.

Ia juga diberi amanah memimpin Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, periode 2004-2009.

Selama di Kedah, Ustaz Ahmad Fahmi Zamzam sering menyampaikan pengajaran di masjid-masjid, terutama di Kedah. Sebagai seorang guru yang tinggi ilmunya, pengajaran-pengajaran­nya mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Selain itu, ia juga diminta oleh Radio RTM Kedah untuk mengisi ruang Ke­musy­kilan Agama (Masalah-masalah Agama), yang disiarkan secara langsung sejak tahun 1994 sehingga 2001. Melalui acara tersebut, ia membantu masya­rakat dalam menyelesaikan masalah-ma­salah agama berkaitan dengan ke­hidupan keseharian. (ehn/berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi