Nabi Adam Iri dengan Umat Rasulullah, Memiliki Keistimewaan Berikut

“Sesungguhnya aku mengenakan pakaian ketika aku bermaksiat. Maka Allah SWT menjadikanku telanjang, sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat dalam keadaan telanjang, namun Dia memberikan pakaian kepada mereka.”

Setelah Nabi Adam AS dan Hawa bermaksiat kepada Allah SWT dengan memakan buah khuldi. Allah SWT pun melepas semua pakaian mewah yang indah dari surga.

Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW yang senantiasa bermaksiat dengan melakukan perbuatan maksiat, namun Allah SWT tetap memberikan mereka pakaian di dunia, bahkan mampu membeli dan mengenakan pakaian baru yang lebih bagus.

3. Mereka bermaksiat tidak Allah pisahkan mereka dengan orang yang dicintainya.

“Ketika aku bermaksiat, maka Allah SWT memisahkan antara aku dan istriku, sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat kepada Allah SWT dan Dia tidak memisahkan antara mereka dan istri-istri mereka.”

Dikisahkan ketika Nabi Adam AS dan Hawa diusir dari surga setelah melakukan perbuatan maksiat, keduanya pun dipisahkan antara pojok bumi dengan pojok bumi lainnya. Namun, umat Nabi Muhammad SAW tetap mampu berkumpul bersama istri, anak-anak dan keluarga setelah melakukan dosa besar.

4. Dimasukkan surga tatkala bertaubat

“Sesungguhnya aku telah bermaksiat di dalam surga lalu Allah SWT mengusirku dari surga. Sedangkan umat Nabi Muhammad SAW bermaksiat kepada Allah SWT di luar surga, lalu Dia memasukkan mereka ke dalam surga tatkala mereka bertaubat.”

Jika dahulu, Nabi Adam dan Hawa diusir dari surga dan diturunkan ke dunia setelah bermaksiat. Namun hal tersebut berbeda dengan yang umat Nabi Muhammad SAW, seberapa besar dan berat dosa seorang hamba di dunia, jika ia mau bertobat dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT akan membalasnya dengan surga.

Itulah keempat hal yang membuat Nabi Adam AS iri dengan umat Nabi Muhammad SAW, hendaknya hal tersebut dapat diambil pelajaran bahwa begitu mulainya Umat Nabi Muhammad SAW.

Bahkan Nabi Musa AS. pernah munajat, pernah berdoa, dan pernah meminta :

“Yaa Allah lepaslah pangkat hamba sebagai Nabi, gantikan sebagai Umat Nabi Muhammad SAW “

Semoga pembahasan ini bermanfaat serta dapat menambah wawasan bagi kamu. Wallahu’alam. (*)

Editor : Hasby