Usai laga, pelatih Barito Djajang Nurjaman menyoroti kepemimpinan wasit Bachrul Ulum.
Pasalnya, sang pengadil tidak memberikan penalti saat Bagas Kaffa dilanggar pada pertama. Anehnya, wasit tersebut justru memberikan hadiah tendangan bebas, meski pelanggaran jelas terjadi di kotak terlarang.
Meski berucap enggan mencari kambing hitam atas kekalahan tersebut, Djanur mengatakan seharusnya Barito melayangkan surat protes atas kepemimpinan wasit.
“Semua bisa melihat, kita sebetulnya dirugikan. Saya tidak mencari kambing hitam, tapi seharusnya kami melakukan protes (tertulis),” ucapnya.
Kegagalan meraih poin ini menjadi pukulan telak bagi Laskar Antasari, karena menjadi kekalahan ketiga beruntun. Sebelumnya, anak asuh Djajang Nurjaman itu harus tunduk dari PSS Sleman (2-3) dan Bhayangkara FC (2-3).
Atas hasil kurang memuaskan itu, Djanur juga menyatakan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh pendukung Barito Putera atas kekalahan yang dialami.
“Kami sudah berusaha, tapi hasilnya tetap mengecewakan. Kami minta maaf kepada suporter Barito atas kekalahan malam ini,” pungkasnya. (Qyu)
Editor Restu







