Peringatan Keras Oknum Bobotoh, Respons Persib Atas Sanksi Denda Rp 3,5 Miliar dari AFC

WARTABANJAR.COM – Persib Bandung mengingatkan peran Bobotoh di respons atas sanksi dan denda yang dijatuhkan oleh AFC senilai Rp 3,5 miliar dan hukuman tanpa penonton.

Dalam rilis situs resmi Persib Bandung, kerugian tidak hanya dirasakan oleh klub, tetapi juga oleh Bobotoh secara luas.

Disebutkan dalam dua hingga tiga tahun terakhir, dukungan Bobotoh yang semakin dewasa, tertib, cerdas, dan bertanggung jawab telah menjadi fondasi penting dalam membangun citra positif Persib sebagai klub profesional dengan basis suporter yang luar biasa.

Baca Juga Daftar Pemain Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Minus Mitoma dan Minamino, Dikuasai “Legiun Asing”

“Karena itu, sangat disayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab,” tulis dalam rilis.

Konsekuensi besar ini pada akhirnya tidak ditanggung oleh pelaku secara pribadi, tetapi harus dipikul oleh klub serta jutaan Bobotoh lain yang selama ini menjaga Persib dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan.

Maung Bandung ingin menegaskan bahwa kompetisi internasional memiliki standar regulasi, keamanan, dan disiplin yang sangat ketat.

Setiap tindakan yang terjadi di dalam maupun di luar pertandingan dapat membawa konsekuensi serius terhadap klub.

Satu tindakan emosional dalam beberapa menit dapat memberikan dampak panjang terhadap masa depan klub, pemain, dan jutaan Bobotoh lainnya.

“Persib tidak ingin kerja keras, pengorbanan, dan mimpi besar yang sedang dibangun bersama kembali terganggu akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk benar-benar memahami bahwa menjaga Persib bukan hanya soal hadir dan mendukung di stadion, tetapi juga tentang menjaga kehormatan, reputasi, dan masa depan klub ini di level internasional,” tulis dalam rilis.

Di sisi internal, Persib juga akan melakukan introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan, termasuk sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, manajemen risiko pertandingan, hingga langkah-langkah preventif lainnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.