Sementara Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Kalsel Toto Fachrudin mengatakan, wartawan yang berkompeten bisa menjadi filter untuk mencegah dan membendung informasi hoax yang begitu massif. Ketika dinyatakan berkompeten, maka wartawan akan terikat untuk menjalankan prinsip jurnalime yang jujur, adil, berimbang, serta bermartabat. “Wartawan berkompeten akan selalu memegang teguh prinsip jurnalisme yang berimbang dengan mengedepankan kepentingan publik. Kode Etik dan UU Pers akan selalu menjadi pegangan dalam menjalankan tugas jurnalistik, termasuk bagi redaktur dan pimpinan media,” katanya.
Manajemen Head Office PT Sebuku Tanjung Coal Grup, David Sebastian, mengatakan bahwa pihaknya ingin berkontribusi secara nyata terhadap masyarakat pers di Kalsel.
“Bagi kami pelaku dunia usaha, pers adalah mitra dan stakeholder yang strategis. Kami berharap dengan hadirnya wartawan yang berkompeten, maka dunia usaha juga merasakan manfaatnya dengan berita-berita yang berimbang dan menciptakan iklim usaha yang kondusif,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan komitmen PT STC akan terus bersinergi bersama PWI untuk mendorong peningkatan kompetensi wartawan.
Harapannya agar pemberitaan yang dibuat wartawan berkompeten bisa memberikan kontrol yang berlandaskan fakta dan data akurat, serta memegang teguh kode etik dengan mengedepankan prinsip keadilan dan berimbang.
“Saya ucapkan selamat untuk teman-teman wartawan yang lulus UKW dan dinyatakan berkompeten. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada PWI Kalsel yang bersinergi bersama kami. Semooga sinergi ini bisa memberikan manfaat dan kontribusi terhadap Kalimantan Selatan melalui pemberitaaan wartawan yang kondusif dan berimbang,” ujar David Sebastian. (edj)







