Sementara itu, 31 provinsi lainnya masuk kategori biru karena memiliki stok vaksin yang diproyeksi masih bisa digunakan untuk melangsungkan program vaksinasi nasional selama 14-220 hari lagi.
Hal ini diketahui berdasarkan laporan dalam situs vaksin milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 16 Oktober 2021 Pukul 17.00 WIB.
Hal yang perlu digarisbawahi adalah Kemenkes sebelumnya mengingatkan bahwa proyeksi waktu dosis vaksin ini tidak hanya dilihat dari jumlah vaksin yang diberikan.
Melainkan juga dihitung berdasarkan indikator capaian vaksinasi provinsi dalam sepekan sebelumnya.
Lebih lanjut, Kemenkes juga mencatat Jawa Barat sebagai provinsi yang paling banyak memiliki stok vaksin COVID-19 saat ini, yakni 11.540.562 dosis.
Disusul kemudian oleh Jawa Timur 7.230.192 dosis, Jawa Tengah 5.800.599 dosis dan diprediksi hanya cukup untuk 24 hari ke depan.
Sementara, tiga provinsi dengan jumlah stok vaksin yang paling sedikit tersisa, yakni Maluku 156.546 dosis, Maluku Utara 193.114 dosis dan Gorontalo 193.514 dosis.
Adapun secara keseluruhan, Kemenkes per Sabtu (16/10/2021) Pukul 18.00 WIB mencatat sebanyak 107.010.140 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara untuk dosis kedua, sudah ada 62.377.377 orang terdata telah rampung menerimanya di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 51,38 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama.
Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 29.95 persen. (brs/berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal







