Kisah Cak Nun Menemui Kepala Suku Dayak, Dialog Hati yang Menghentikan Konflik Dayak–Madura

WARTABANJAR.COM – Cerita Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun menemui kepala suku Dayak di tengah konflik Dayak–Madura menjadi kisah penting tentang dialog lintas suku dan agama yang berhasil meredam kekerasan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Di saat situasi memanas dan emosi kolektif sulit dikendalikan, Cak Nun memilih jalan yang jarang ditempuh: dialog spiritual dan kemanusiaan, bukan pendekatan politik atau kekuasaan. Ia hadir untuk menyadarkan para pemimpin suku agar melihat konflik bukan dari sudut amarah, melainkan dari rasa persaudaraan sebagai sesama manusia.

Kisah ini hingga kini kerap diunggah ulang dalam bentuk video pendek di berbagai platform media sosial. Banyak yang menyebutnya sebagai contoh nyata penyelesaian konflik dengan hati nurani dan pendekatan kebudayaan.

“Saya Harus Menemui Kepala Suku”

Menurut Cak Nun, Sanggau merupakan salah satu dari empat kabupaten yang ia “pagari” agar tidak terjadi bentrokan besar antara masyarakat Madura dan suku Dayak.

Ia datang bersama KiaiKanjeng, bahkan dalam kondisi penuh risiko. Salah satu personel KiaiKanjeng sempat pingsan saat tampil karena tekanan batin yang berat. Ia merupakan keturunan campuran Kalimantan dan Madura—sebuah simbol nyata luka konflik yang sedang terjadi.

“Saya harus menemui kepala suku Dayak dan kepala masyarakat Madura,” kata Cak Nun, seperti dikutip dari akun pribadinya @caknundotcom, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, masyarakat Madura saat itu relatif mudah ditenangkan karena berada dalam kondisi ketakutan. Namun tantangan terbesarnya justru bagaimana menyentuh hati pemimpin adat Dayak.

“Kalau kepala suku Dayak bisa saya sayangi dan dia menerima rasa sayang saya, maka seluruh masyarakatnya akan ikut dia,” ujar Cak Nun.

Ia menilai pendekatan formal ala pemerintah sering kali tidak efektif ketika emosi sudah memuncak.

“Kalau cara pemerintah kan diplomasi, ‘Pak, mari kita jaga persatuan dan kesatuan.’ Tapi kalau orang sudah terlanjur marah, sudah tercium bau konflik, itu tidak masuk,” paparnya.