"Kami juga akan menyiapkan buku petunjuk dalam bentuk braille dan uji lab juga. Sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat yang berada di kelompok khusus disini sudah kita penuhi. Tentu inilah yang menjadi kebanggaan kita di Kota Banjarmasin punya rumah sakit yang berpihak pada kelompok-kelompok berkebutuhan khusus," ungkap Machli.

Ketua Perkumpulan Penyandang Cacat Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin, Slamet mengaku senang telah dengan adanya fasilitas tersebut. Tentunya hal tersebut dapat membantu memudahkan penyandang disabilitas seperti dirinya untuk berobat.

"Rasa senang karena ini memudahkan kami untuk berobat, menuju poli dan tempat dokter yang kami kehendaki," imbuh Slamet.

Selain itu, ia juga berharap ke depannya rumah sakit Radista menyediakan tulisan braille yang menunjukkan lokasi yang didatangi pada setiap klinik pelayanan.

"Mungkin ke depannya perlu ada pembenahan, karena di setiap tempat pelayannya harus ada tulisan braille bahwa kalau ini poli klinik apa. Untuk mempermudahkan dan tahu yang didatangi ini poli klinik apa," pungkas Slamet. (Qyu)

Editor : Hasby