Hewan Langka Macan Tutul Jawa atau Maung Terekam Kamera Tim Ekspedisi di Gunung Sanggabuana, Jawa Barat

WARTABANJAR.COM, KARAWANG-Seekor macan tutul jawa terekam kamera trap berkeliaran di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.

Penemuan itu merupakan hasil ekspedisi Sanggabuana Wildlife Expedition bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi dan sejumlah otoritas terkait dengan konservasi alam.

Wakil Ketua DPR RI, Dedi Mulyadi mengatakan Minggu (19/9/2021), awalnya pihak Komisi IV menerima hasil temuan tim Sanggabuana Wildlife Expedition yang dilakukan sejak Juli 2020 di jajaran Pegunungan Sanggabuana terkait keberadaan macan tutul jawa tersebut.

Menindaklanjuti temuan itu, dia mendukung tim ekspedisi untuk memantau dengan kamera trap.

Selain itu, dia juga berkoordinasi dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Wiratno untuk menurunkan tim ke Sanggabuana.

Wiratno kemudian mendelegasikan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Ahmad Munawir yang kemudian datang bersama tim 5 orang serta 20 unit kamera trap.

Kemudian pada Jumat (17/9/2021), Dedi bersama tim Sanggabuana Wildlife Expedition dan Kepala Balai TNGHS kembali masuk hutan Sanggabuana untuk memeriksa kamera trap yang dipasang.

Dari 22 kamera trap, waktu itu terpasang 10 unit, 8 unit dari TNGHS dan 2 unit dari Dedi.

Kamera trap dengan sensor gerak dan infra merah yang dipasang mantan bupati Purwakarta itu dan tim Sanggabuana Wildlife Expedition berhasil merekam macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

Di salah satu titik pemasangan, dua kamera dipasang berhadapan, satu dengan mode perekaman video dan satu dengan mode perekaman foto.

Dua kamera ini berhasil merekam pergerakan macan tutul jawa pada tanggal 11 September 2021 pukul 05.16.30 WIB.

Selain merekam macan tutul jawa, dari beberapa kamera trap yang dipasang juga berhasil merekam musang, babi hutan, rusa, juga warga masyarakat yang berkegiatan di dalam hutan.

Dedi menjelaskan, pihaknya sengaja memasang kamera trap ini untuk membuktikan keberadaan satwa langka endemik Jawa yang ada di gunung Sanggabuana.

Kegiatan itu sekaligus juga sebagai bentuk dukungan atas penelitian dan kajian yang dilakukan oleh tim Sanggabuana Wildlife Expedition yang sudah dilakukan sejak tahun 2020.