WARTABANJAR.COM, KOTABARU – Pencarian terhadap nelayan tenggelam di perairan Selat Sebutu Desa Teluk Gosong Kecamatan Pulau Laut Timur Kotabaru akhirnya membuahkan hasil, Minggu (12/9/2021).

Tim gabungan yang melakukan pencarian menemukan jenazah nelayan yang dinyatakan tenggelam sekitar pukul 06.30 Wita. Lokasi penemuan sekitar 30 meter dari koordinat saat ditemukannya kapal balapan milik korban.

Korban pun setelah dievakuasi ke pantai oleh Basarnas, kemudian membawa ke rumah keluarganya.

Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar melalui Kasi Humas Polres Kotabaru, Iptu Agus Riyanto membenarkan penemuan jenazah nelayan yang dinyatakan tenggelam pada Jumat (9/9/2021) lalu.

"Riwayat korban bernama Syahril alias Jarot ini mempunyai penyakit epilepsi atau ayan yang kemungkinan ketika kerja di laut penyakit tersebut kambuh dan jatuh ke laut," katanya kepada wartabanjar.com.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan melakukan pencarian terhadap seorang nelayan diduga tenggelam di perairan Selat Sebuku Desa Teluk Gosong Kecamatan Pulau Laut Timur Kotabaru belum membuahkan hasil, Sabtu (11/9/2021) sore.

Proses pencarian dipimpin oleh Kapolsek Pulau Laut Timur, Iptu Kuwat Santoso bersama KBO Satpolair Polres Kotabaru, Koramil, Basarnas dan kelompok nelayan sebanyak 10 kapal balapan.

Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar melalui Kasi Humas Polres Kotabaru, Ipda Agus Riyanto mengatakan, konsolidasi pencarian nelayan diduga tenggelam di perairan Selat Sebuku Desa Teluk Gosong Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru itu pada pukul 16.30 Wita.

“Karena kapal balapan atau perahu milik korban ditemukan mayarakat dalam keadaan kosong dan hampir tenggelam karena penuh air laut,” katanya kepada wartabanjar.com.

Identitas nelayan yang diduga hilang itu bernama Syahril alias Jarot (37). Merupakan warga Teluk Gosong RT 01 Kecamatan Pulau Laut Timur.

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, pada Jumat (10/9/2021) korban berangkat kerja merenggek kepiting dengan menggunakan kapal balapan sendirian di perairan Selat Sebuku DesaTeluk Gosong.

Kemudian pada Sabtu (11/9/2021) sekitar pukul 09.00 wita saksi ketika dilaut melihat kapan balapan korban dan tidak ada orangnya, kemudian didekatinya kapal korban dan terlihat kapal balapan kemasukan air.