Nasehat Indah dari Syekh Ibrahim Bin Adham Agar Dijauhkan Dari Maksiat
“Apa yang keempat wahai Abu Ishaq?” ia kembali bertanya.
“Keempat, apabila malaikat mau mendatangimu, katakanlah padanya, tunggu dulu, berikan aku kesempatan untuk bertobat dan berbuat baik,” kata Syekh Ibrahim bin Adham.
“Wahai apa Ishaq, ada-ada saja engkau, bagaimana bisa aku menolak untuk dicabut nyawa, sedangkan umurku telah ditetapkan oleh-Nya,” ujar sang lelaki.
“Kalau begitu, karena engkau tak dapat menangguhkan datangnya ajalmu untuk bertaubat, kenapa engkau terus berbuat dosa?” sahut Syekh Ibrahim bin Adham.
“Engkau benar Abu Ishaq” kata sang lelaki. “Katamu ada lima, empat sudah engkau sebutkan. Sekarang, apa yang terakhir itu?,” tanya lelaki itu.
“Kelima, jika datang malakat Zabaniyyah pada hari kiamat ingin membawamu ke neraka, janganlah kamu mengikutinya,” jelas Syekh Ibrahim bin Adham.
“Wahai Abu Ishaq, tidak mungkin aku mau untuk disiksa di neraka,” jawab laki-laki itu.
Kemudian Ibrahim berkata, “Wahai saudaraku, engkau telah mengetahui perkara yang kelima yang kusebutkan. Bagaimana mungkin engkau ingin selamat bila harus maksiat dan durhaka kepada-Nya?”.
Lelaki itu kemudian berkata dengan tersenyum “Baiklah Abu Ishaq, engkau menjadi saksi bahwa aku telah bertobat kepada Robbku. Dan aku berjanji akan akan meninggalkan kebiasaan maksiat yang telah kulakukan selama ini”.
Subhanallah, nasehat dari seorang Ulama sangatlah diperlukan oleh kita yang bercelomor dengan dosa, semoga kita tidak bosan-bosannya mendengarkan nasehat dari para ulama dengan menghadiri majelisnya. (*)
Editor : Hasby