Tak Hanya Kayu Manis, Kulit Kayu Sintuk pun Kini Jadi Dagangan Primadona Warga Loksado

Perbedaan lainnya, kayu manis adalah hasil dari usaha perkebunan secara turun temurun sedangkan kulit kayu sintuk hanya mengambil di alam atau di hutan yang masih banyak terdapat kayu tersebut atau tidak dibudidayakan seperti kayu manis.

Biasanya kayu sintuk ditebang lalu diambil batangnya untuk dijadikan kayu gergajian dan dijual warga, dan kulit kayunya hanya dibuang begitu saja.

Berbeda dengan sekarang, kulit kayu sintuk bisa diambil, dikumpulkan lalu dijual.

“Satu pohon sintuk yang besar, menghasilkan kulit kayu yang banyak pula, makanya satu hari bekerja mengumpukan kulit kayu sintuk mungkin lebih banyak dapat rupiahnya daripada kayu manis,” kata seorang pembawa kayu sintuk tersebut sambil tersenyum.

Ketika ditanya lagi, untuk apa kayu sintuk itu, mereka mengatakan sama sekali tidak tahu.

Ada juga yang mengatakan konon untuk obat-obatan karena aroma kulit kayu tersebut seperti sedikit berbau getah gaharu bahkan ada sedikit aroma jamu-jamuan.

Konon pula oleh pedagang pengumpul setelah dibeli kulit kayu itu ada yang dibawa ke Banjarmasin, ada pula yang dibawa ke Pontianak, konon untuk diekspor. (ant)

Editor: Yayu Fathilal