Selain itu, lonjakan kasus yang terjadi akibat kurang disiplinnya masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan salah satunya terjadi di kawasan pasar.
“Tandon-tandon yang awalnya dibuat mencuci tangan di pasar, kini sudah tidak ada lagi. Makanya perlu kita galakkan lagi sosialisasi dan edukasi agar masyarakat tetap disiplin menjaga prokes, ” ucap Kapolresta Banjarmasin.
Ia juga menjelaskan alasan pengetatan di pintu masuk karena tingginya mobilitas masyarakat dan semata-mata untuk menyelamatkan nyawa yang lebih banyak lagi.
“Penyekatan selama 2 hari ini, ada sekitar ratusan yang kita putar balikkan roda 2 maupun roda 4,” tutup Kapolresta Banjarmasin.
Untuk diketahui pembatasan mobilitas masyarakat di Kota Banjarmasin berlangsung di enam titik, khususnya yang berbatasan antar wilayah Kabupaten/Kota. (edj)
Editor: Erna Djedi







