Ada kepercayaan di masyarakat, apabila keluarga terutama orangtua korban memanggil nama si korban, maka tidak lama kemudian akan ditemukan.
Ayah Syamsuni dan keluarganya dibawa menggunakan speedboat menuju titik tenggelam.
Turut bersama ayah Syamsuni, Ustadz Suriani biasa disapa Abuya, yang masih merupakan kerabat dari korban tenggelam.
Diberitakan sebelumnya, Syamsuni (17), yang bertatus pelajar, dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura sekitar Nol Kilometer pada Selasa (27/7) petang sekitar pukul 18.00 Wita.
Korban merupakan warga Manarap, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. (dyn/ehn)
Editor : Hasby







