“Kami percaya masih ada semangat dalam logam mulia, karena inflasi akan terbukti sementara, yang menyiratkan bahwa perkiraan pasar untuk kebijakan Fed terlalu hawkish,” kata TD Securities dalam sebuah catatan.
“Dengan emas yang sudah berhasil mempertahankan tren naiknya, skenario ini pada akhirnya dapat mengkatalisasi kembalinya minat institusional yang dapat membuat harga naik di atas 1.900 dolar AS per ounce.”
Investor juga bereaksi terhadap survei oleh Dewan Emas Dunia (WGC) yang menunjukkan satu dari lima bank sentral utama dunia berencana untuk meningkatkan cadangan emas mereka selama tahun depan.
Sementara itu, data dari IHS Markit menunjukkan pada Selasa (6/7/2021) bahwa indeks manajer pembelian jasa-jasa AS terakhir berada di 64,6 pada Juni, turun dari 70,4 pada Mei, yang mendukung emas.
Demikian pula, Institute for Supply Management merilis indeks manajer pembelian jasa-jasa di 60,1 pada Juni, turun 3,9 poin persentase dari 64,0 pada Mei.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 32,7 sen atau 1,23 persen, menjadi ditutup pada 26,174 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 3,7 dolar, atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 1.084 dolar AS per ounce. (ant)
Editor: Erna Djedi







