Sementara itu, Departemen Urusan Agama Islam Wilayah Federal mengatakan di situsnya bahwa salat dan khotbah gerhana akan dilakukan mengikuti prosedur operasi standar (SOP) di semua masjid dan suraus di Kuala Lumpur setelah salat Maghrib.

Beda Super Blood Moon & Super Flower Blood Moon

Super Flower Blood Moon

Dikutip NPR, Senin (24/5/2021), julukan Super Flower Blood Moon merupakan hasil dari beberapa fenomena astronomi yang menyatu sekaligus dan menjadi satu-satunya yang terjadi sepanjang tahun ini.

Super blood moon terakhir kali terjadi pada 20-21 Januari 2019 lalu dan baru akan terjadi lagi nanti pada Mei 2022.

Disebut super karena bentuk orbit bulan mengelilingi bumi bukanlah lingkaran sempurna, melainkan oval. 

Ketika bulan purnama mencapai titik terdekat dengan bumi pada orbit elipsnya, itu disebut supermoon atau perigee-syzygy dan tampak lebih besar dari biasanya di langit.

Kemudian kata flower, berasal dari bulan purnama yang terjadi di bulan Mei atau terkadang dikenal sebagai bulan bunga.

Menurut The Old Farmer's Almanac, nama ini mengacu pada bunga yang mekar di bulan Mei dan telah dikaitkan dengan sumber-sumber penduduk asli Amerika dan Eropa.

Sedang kata blood (darah), karena pada Rabu pagi nanti bulan juga akan tampak merah darah.

Posisinya sejajar dengan matahari dan bumi, serta melewati sepenuhnya bayangan bumi atau umbra. 

Ini akan menjadi gerhana bulan total pertama sejak 2019.

Warna merah bulan disebabkan oleh cahaya merah-oranye yang dibiaskan melalui atmosfer bumi.

“Dan bisa tampak lebih merah jika ada lebih banyak awan atau debu di atmosfer bumi,” menurut lembaga antariksa dan penerbangan Amerika, NASA.

Super Blood Moon

Pada proses terjadinya super blood moon, saat bulan berada di umbra bumi ketika puncak gerhana bulan total terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah yang terkenal dengan istilah Blood Moon.