Supian HK Kecam Manuver Politik Denny Indrayana, Terus Serang dan Caci Maki Lawan Politiknya
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Banyak pihak menyayangkan manuver politik Calon Gubernur, Denny Indrayana. Pasalnya, Paslon nomor dua itu dinilai terus menyerang dan mencaci maki lawan politiknya jelang PSU Pilkada Gubernur Kalsel 9 Juni 2021 mendatang.
Sayangnya, caci maki tersebut tanpa dibarengi program apa yang ditawarkan kepada masyarakat jika memimpin Banua.
Adalah Ketua DPRD Kalsel, Supian HK yang menyayangkan sekaligus mengecam manuver Denny Indrayana tersebut.
“Profesor yang satu ini terlalu naïf. Paman Birin maupun Muhidin tidak pernah membuat pernyataan secara langsung yang menyerang Denny atau membuka aib lawan, sementara Denny justru dia sendiri yang secara terbuka menuding lawan dan membuat statement ke mana-mana,” kata Supian HK.
Dia mengatakan, Denny ini belum bekerja tapi sudah mencaci maki orang lain.
Kepada wartawan, Supian mengatakan berbagai hoaks dan adu domba di medsos sudah over dosis. Dia bahkan mengaku jenuh dengan Denny yang meneteskan air mata saat diwawancara Akbar Faisal melalui video yang diviralkan timnya.
“Tidak wajar dia bicara sampai meneteskan air mata. Dia bicara seolah-olah melawan pengusaha tambang batu bara, tapi kenapa yang disasar hanya satu pengusaha,” sesalnya.
Padahal menurut Supian, banyak pengusaha raksasa tambang di Kalsel seperti Adaro, Antam, Arutmin.
“Sebagai mantan Wamenkunham betapa bodohnya Denny. Kenapa dia dulu saat jabat Wamenkunham tidak menunjukkan kepeduliannya soal izin tambang?. Kini sebagai calon malah membuat opini tidak jelas sampai menangis. itu tangisan buat dirinya sendiri,” tegasnya.
Supian mengingatkan bahwa di tahun 2016-2017 saat menjadi Ketua Komisi III mengusulkan kepada Gubernur Sahbirin Noor agar menertibkan izin pertambangan yang jumlahnya mencapai 963 izin.
“Jangan terkecoh oleh Denny, Paman Birin telah mencabut 625 izin tambang. Jadi kalau sekarang Denny sampai menangis, jangan-jangan ada kekuatan lain yang marah dan tidak mau izin tambangnya dicabut oleh Paman. Tangisan Denny hanya pencitraan dan komoditas politik jelang PSU,” tegas Supian.