Leicester Juara Piala FA Berkat Gol di Menit 63, Simak Daftar Juara Dalam Satu Dasawarsa
Berawal dari kegigihan Ayoze Perez memotong umpan dari lini belakang Chelsea, bola dikirimkan oleh Luke Thomas ke arah Tielemans yang punya ruang terbuka lebar di luar kotak penalti untuk melepaskan tembakan keras nan cantik ke pojok kiri atas gawang jauh dari jangkauan kiper Kepa Arrizabalaga.
Gol itu memaksa Thomas Tuchel melakukan empat pergantian beruntun dalam kurun waktu delapan menit dengan memasukkan Christian Pulisic, Ben Chilwell, Kai Havertz dan Callum Hudson-Odoi, masing-masing menggantikan Hakim Ziyech, Marcos Alonso, Jorginho dan Cesar Azpilicueta.
Chilwell yang tampil menghadapi bekas timnya nyaris membuat kedudukan imbang pada menit ke-78 lewat tandukannya, tetapi bola bisa dimentahkan oleh kombinasi reaksi Schmeichel dan tiang gawang.
Chelsea terus menekan dan tiga menit jelang bubaran waktu normal kembali memperoleh peluang bagus, sayang Schmeichel bereaksi sigap untuk menepis tembakan Mason Mount yang tinggal melesak ke dalam gawang.
Drama terjadi dua menit jelang bubaran waktu normal, ketika bola sapuan Wes Morgan membentur Chilwell dan berakhir masuk ke dalam gawang Leicester.
Namun, selebrasi suporter Chelsea reda ketika wasit Michael Oliver dan VAR menyatakan Chilwell sudah lebih dulu terjebak offside dalam proses serangan sehingga gol dianulir.
Penganuliran gol itu bak spon yang menyedot gairah para pemain Chelsea, dan mereka gagal bangkit setelah waktu normal dan lima menit injury time berakhir, memastikan Leicester sebagai juara Piala FA.
Daftar Juara
Kemenangan Leicester City kali ini merupakan keberhasilan pertama menutup penampilan di final Piala FA dengan mengangkat kompetisi sepak bola tertua di dunia tersebut, setelah selalu gagal dalam empat percobaan sebelumnya.
Leicester tercatat menjadi tim ke-44 yang pernah merasakan menjuarai Piala FA sejak kompetisi itu pertama kali dimainkan pada 1871/82.
Brendan Rodgers, yang mempersembahkan trofi pertamanya bagi Leicester, sekaligus sukses menghapuskan reputasi The Foxes sebagai tim yang paling sering gagal di final Piala FA tanpa pernah menjuarainya.