WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah sebentar lagi.
Tak lengkap rasanya jika tidak mempersiapkan diri dengan beragam tontonan menarik soal bulan puasa, maupun aneka kisah bagus lainnya yang berkutat soal budaya dan latar di negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
ANTARA merangkum sejumlah film yang bisa menjadi teman Anda menemani bulan puasa, baik saat menunggu waktu berbuka tiba (ngabuburit) maupun mengisi waktu luang.
Berikut enam film rekomendasinya, diurutkan dari waktu perilisan.
1. A Separation (2011)
A Separation adalah film drama Iran yang ditulis dan disutradarai oleh Asghar Farhadi, berfokus pada pasangan Iran yang berpisah, kekecewaan dan keputusasaan yang diderita putri mereka karena perselisihan egois dan perpisahan orang tuanya.
Konflik muncul ketika suami menyewa pengasuh kelas bawah untuk ayahnya yang sudah lanjut usia yang menderita penyakit Alzheimer.
A Separation memenangi Oscar untuk Film Berbahasa Asing Terbaik pada tahun 2012, menerima Golden Bear untuk Film Terbaik dan Silver Bear untuk Aktris Terbaik dan Aktor Terbaik di Festival Film Internasional Berlin ke-61, menjadi film Iran pertama yang memenangi penghargaan-penghargaan tersebut.
Film ini juga memenangi Golden Globe untuk Film Berbahasa Asing Terbaik dan Asia Pacific Screen Award untuk Film Fitur Terbaik.
A Separation dinominasikan untuk Academy Award untuk Skenario Asli Terbaik, menjadikannya film non-Inggris pertama dalam lima tahun yang mencapai ini.
Film ini bisa disaksikan di Catchplay.
2. Layla M. (2016)
Layla M. adalah film drama Belanda yang disutradarai oleh Mijke de Jong.
Film ini dibintangi oleh Nora El Koussour sebagai Layla, seorang wanita muda Belanda berlatar belakang Maroko yang memberontak terhadap keluarga dan sekolahnya untuk menjadi seorang fundamentalis Islam.
Seperti dalam film-film lain karya de Jong, fokusnya adalah pada seorang wanita muda berkemauan keras yang tumbuh dewasa.
Dalam Layla M., de Jong dan kolaboratornya Jan Eilander ingin meneliti radikalisasi anak muda Eropa.
Para penulis terinspirasi oleh kisah kehidupan nyata, mereka menulis naskah selama Arab Spring dan persidangan Geert Wilders.
Film ini ditayangkan perdana di BFI London Film Festival pada tahun 2016.
Ulasan media sangat baik dan secara internasional film tersebut diterima dengan baik lewat berbagai penghargaan, termasuk mewakili Belanda dalam entri Best Foreign Language Film untuk Academy Awards ke-90.
Layla M. dapat disaksikan di Netflix.
3. The Breadwinner (2017)
Selain film fitur berbalut nuansa dan referensi Islam, ada pula film animasi yang mengangkat kehidupan di negara mayoritas Muslim.
The Breadwinner dari studio animasi Irlandia Cartoon Saloon disutradarai oleh Nora Twomey dan eksekutif yang diproduksi oleh Mimi Polk Gitlin dan Angelina Jolie.
Berdasarkan novel terlaris oleh Deborah Ellis, film tersebut merupakan produksi bersama internasional antara Kanada, Republik Irlandia dan Luksemburg.
Berfokus pada Parvana, seorang gadis berusia 11 tahun yang tinggal di Kabul di bawah Imarah Islam Afghanistan.
Ayahnya, Nurullah adalah seorang guru sekolah yang mengalami gangguan fisik selama Perang Soviet-Afghanistan.







