Kesederhanaan Paman Birin Sang Pengemban Amanah
Begitulah Paman Birin mudah diajak bersama masyarakat bergotong royong dan menikmati kesederhanaan. Gaya sederhana, baju kaos, sarung dililitkan di badan, kopiah hitam. Walau Paman Birin begitu sederhana tapi ada saja orang yang iri dengan kesederhanaannya.
Banyak yang merindukan Paman Birin, dia tidak banyak bicara tapi selalu ada waktu hadir ditengah-tengah warganya.
Ini mengingatkan pemimpin sahabat Nabi, Umar bin Khattab, Khalifah kedua setelah Abu Bakar, selalu berpakaian sederhana baik sebelum dan saat menjadi khalifah. Kesederhanaanya disaksikan Raja Hurmuzan Raja Persia. Walau jabatannya tinggi tapi dia dengan kesederhaannya bisa tidur pulas di beranda masjid berbantalkan mantel yang dipakainya sehari-hari.
Kesederhaaan Umar bin Khattab juga terlihat saat berkunjung bersama ajudannya ke Yerussalem, hingga Uskup Severinus tidak dapat membedakan antara khalifah Umar dan ajudannya karena kesederhaan pakaian yang dipakainya.
Kesederhanaan Umar bin Khattab ada kemiripian dengan Paman Birin soal kesederhaan, Paman Birin bisa tidur di kursi, bisa juga berbaring di perahu kecil, dan baju kaos yang melepaskan pangkat dan jabatannya, serta aksi langsung turun kerja lapangan yang biasa dilakukan pegawai bawahan. Kesederhanaan perilaku terpuji Paman Birin itu mungkin diwarisi dari kakek-kakenya, salah satunya adalah Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari, salah satu wali banua yang ada di Kalimantan Selatan. (*)
Editor : Hasby