Kabar Gembira! Kebun Raya Banua Akan Segera Dibuka Kembali untuk Umum
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU-Setelah ditutup untuk umum selama beberapa waktu karena pandemi COVID-19 dan menghindari peningkatan penularan virus corona, sekarang Kebun Raya akan segera dibuka kembali.
Hal itu diumumkan pengelola Kebun Raya Banua di di Instagram, Selasa (6/4/2021).
"Haaaaayyy gaaaeessss.. mimin cuman mau kasih info, @kebunrayabanua insyaAllah sebentar lagi bisa kembali dibuka untuk umum, dan tentunya kita semua wajib melaksanakan protokol kesehatan yg sudah ditentukan.. karena kesehatan adalah fondasi awal kita untuk bisa membangun banua... tetap semangat, jaga imunitas, jaga diri dan lindungi keluarga dari serangan virus corona," demikian isi pengumumannya.
Keputusan ini diambil karena Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan telah memberikan lampu hijau terkait wacana dibukanya kembali kawasan lokasi wisata Kebun Raya Banua (KRB).
Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Agung Sriyono, Selasa (6/4/2021) mengungkapkan pihaknya sedang mengajukan izin ke Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Banjarbaru.
Selama hampir setahun tidak melakukan menerima pengunjung akibat imbas dari pandemi COVID-19, pihaknya hanya menerima kunjungan dalam bentuk kegiatan pendidikan dan magang.
“Alasannya karena ini lebih terkontrol. Mereka kan berkelompok, komunitasnya jelas, apabila mereka terpapar virus maka pelacakan atau tracking akan lebih mudah dan jelas. Kalau umum kan lebih susah,” sebutnya.
Secara resmi Satgas COVID-19 belum menanggapi permohonan itu, namun dia meyakinkan telah mendapatkan lampu hijau tentang rencana dibukanya kembali lokasi wisata Kebun Raya Banua.
“Belum, tapi Kepala Satgas COVID-19 Provinsi Kalsel tadi menyebutkan silahkan dibuka, artinya sudah mendapatkan lampu hijau,” ungkapnya.
Jika nanti sudah resmi dibuka kembali, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan wadah cuci tangan, pengunjung wajib memakai masker dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki area KRB. (brs/berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal