Piala Menpora: Persija Bertekad Raih Poin Penuh Hadapi Borneo FC Petang Nanti

Andai pemain kreatif seperti Evan Dimas masih ada di skuad, dialah yang dapat mencarikan jalan keluar dalam situasi tertekan sembari mengatur tempo permainan.

Kekosongan tersebut membuat gelandang-gelandang bahkan penyerang PSM leluasa menutup pergerakan anak-anak asuh pelatih Sudirman.

Kedua, tentang kesalahan individu. Soal ini terlihat jelas ketika PSM melesakkan gol kedua, di mana Yakob Sayuri mampu memanfaatkan kelengahan bek tengah anyar Persija Yan Motta, mencuri bola dan membuat gol.

Yan Motta, yang berasal dari Brazil, dinilai pelatih Sudirman masih kesulitan dalam berkomunikasi dengan rekan-rekannya.

Sebelum gol kedua PSM terjadi, bek berusia 21 tahun itu disebut tak mengerti teriakan dari kawan-kawannya di lapangan sehingga tak awas saat Yakob berlari dari belakang, mencuri bola lalu mengonversinya menjadi gol.

Persija mesti menemukan jalan keluar untuk dua persoalan di atas. Perkara hilangnya sosok seperti Evan Dimas, Sudirman wajib mencari terobosan, apakah itu menugaskan seorang pemain untuk menempati posisi itu atau mengganti strategi, misalnya seperti bermain melebar dan menghindari pertempuran gelandang di tengah.

Hal itu penting karena, di Piala Menpora, Borneo FC sudah memperlihatkan diri sebagai tim yang sulit dijinakkan. Pada laga perdana Grup B, Borneo FC ‘cuma’ kalah 0-1 dari Bhayangkara yang mereka buat kesulitan sepanjang laga.

Juru taktik Borneo Roberto Gomez bisa saja meniru taktik PSM untuk menundukkan Persija. Artinya, Persija harus siap dengan semua kemungkinan.