WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Meningkatkan kualitas layanan dan memberikan jaminan kepastian penyelesaian pengaduan masyarakat serta memberikan tindak lanjut penyesuaian secara aktif dan responsif menjadi harapan Bupati Banjar, H Saidi Mansyur atas dilaunchingnya Layanan Administrasi dan Pengaduan Online Rakyat Maju, Mandiri dan Agamis (LAPOR MANIS).

H Saidi Mansyur, membuka secara resmi Rapat Koordinasi  Layanan Adminstrasi dan Pengaduan Online Rakyat, Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (Lapor- SP4N) sekaligus lauching LAPOR MANIS serta penandatanganan komitmen bersama Implementasi Sistem  Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional di Aula Barakat Martapura Rabu, (17/03/2021).

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Banjar H Said Idrus Al - Habsyi, Sekda Banjar HM Hilman, Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Selatan Muhammad Firhansyah,  dan seluruh Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengatakan, Pemerintah melalui Surat Edaran Dalam Negeri dan Menpan RB No. 4 Tahun 2015 membentuk sistem SP4N LAPOR.

"Pengelolaan Pengaduan Layanan Publik Nasional ( SP4N) Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyar (LAPOR) memiliki tujuan layanan untuk menyampaikan  semua aspirasi pengaduan masyarakat Indonesia dibeberapa kanal pengaduan Website, SMS dan juga Media Sosial lainnya," katanya.

Pemerintah Kabupaten Banjar mendukung keberadaan aplikasi SP4N LAPOR ini, walaupun layanan ini sudah berjalan kurang lebih tiga tahun, namun dirinya berharap pada masa pemerintahannya, bisa lebih maksimal.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM Aidil Basith dalam laporannya menyampaikan terkait maksud dan tujuan dilaksanakan Rakor LAPOR-SP4N.

"Maksud dan tujuannya adalah untuk menampung seluruh aduan atau aspirasi  masyarakat, selain itu juga untuk meningkatkan peran aktif masyarakat, aduan masyarakat dapat disampaikan melalui SMS, sehingga masyarakat merasa bahwa aduan tersebut sampai kepada pemerintah Kabupaten Banjar dan langsung ditindak lanjuti," ungkap Basith.