"Kita sadari tracing kita kurang sekali. Rekomendasi WHO dibutuhkan 30 orang per 100.000 atau sekitar 80.000 tracer dibutuhkan sejak kemarin. Kita kerja sama dengan TNI-Polri mendidik tenaga Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sekarang sedang dijalankan di Puskesmas," katanya. (ant)

Editor: Erna Djedi