Oleh Ustadz Muhammad Rijal Fathoni, S.Pd.I

WARTABANJAR.COM - Isra dan Mi'raj adalah sebuah perjalanan spiritual yang luar biasa bagi Nabi Muhammad SAW. Bahkan ini merupakan salah satu dari Mu'jizat Nabi Muhammad SAW.

Dalam satu Riwayat Allah pernah mewahyukan kepada Malaikat Jibril.

"Yaa Jibril janganlah engkau bertasbih kepadaku pada malam hari ini, yaa Azrail janganlah engkau mencabut ruh daripada makhluk ku pada malam hari ini."

Mendengar yang demikian itu Malaikat Jibril bertanya : "wahai Tuhanku apakah tiba waktunya kiamat ?".

Allah menjawab : "Tidak wahai Malaikat jibril, akan tetapi tugas engkau yang tadinya bertasbih aku tugaskan untuk masuk kedalam surga, ambillah seekor Buraq bawa kehadapan kekasihku Muhammad."

Kemudian Malaikat Jibril membawa itu buraq kehadapan Baginda Nabi untuk dijadikan tunggangan.

Perjalanan ini ibarat perjalanan keilmuan dan penempaan mental bagi Nabi dalam bersikap ketika nanti berhadapan dengan berbagai macam jenis manusia saat berdakwah. Untuk itu secara khusus Allah SWT memberikan waktu tersendiri bagi Nabi Muhammad SAW untuk berkenalan dengan macam-macam manusia yang akan beliau temui ketika berdakwah.

Syekh Najmudin Al-Ghaithi dalam kitab Dardir Mi'raj-nya menuturkan kisah-kisah Nabi ketika bertemu dengan umatnya yang bermacam-macam. Saat itu Nabi sedang melakukan perjalanan dari Makkah ke Baitul Maqdis. Nabi SAW agak kaget melihat pemandangan yang begitu nyata dan jelas di pelupuk matanya.

Berikut golongan-golongan umat nabi yang disaksikan dan ditemui saat Isra dan Mi'raj :

1. Orang-orang yang gemar bersedekah Nabi melihat golongan ini sering memanen tanaman yang baru ia tanam. Setelah dipanen, tanaman tersebut tumbuh kembali. Begitupun seterusnya sehingga hasil panen mereka melimpah ruah. Mereka adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah akan mengganti semua hal yang diinfakkan di jalan-Nya.

2. Orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada agama Allah Ketika itu nabi mencium bau harum. Ternyata ketika ditanyakan kepada Jibril, bau harum tersebut berasal dari Makam Masyitah yang di bunuh oleh Fir‘aun mempertahankan keimanannya kepada Allah.