Menurut Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas, lembaga pengatur kegiatan kontraktor pencari minyak dan gas) Fatar Yani, dalam pelaksanaannya proyek ini bisa berhemat hingga 2 juta dolar AS. Dari anggaran 27 dolar AS, terpakai 25,1 juta dolar.

"Proyek juga berlangsung aman dan terkendali, tanpa kecelakaan kerja, dan tanpa kasus COVID-19," kata Fatar Yani. Proyek ini memperkerjakan 550 orang dan seluruhnya putra-putri Indonesia dan menggunakan 16 armada kapal. (ant)

Editor: Erna Djedi