Malam harinya, dengan naik motor trail, Paman menyerahkan bantuan ke Desa Datar Ajab, satu desa terdampak paling parah di Kecamatan Hantakan. Baik akibat banjir bandang maupun tanah longsor, yang membuat desa ini terisolir beberapa hari.
Paman juga memantau kerusakan yang terjadi, baik rumah, jembatan, sekolah dan infrastruktur lainnya.
Seluruh bantuan di atas berasal dari Paman pribadi. Bantuan resmi dari Pemrov Kalsel maupun Presiden @jokowi sudah lama disalurkan secara bertahap dan bergelombang.
Sebenarnya, pada Selasa, 19 Januari 2021 lalu, Paman sudah pula berkunjung ke HST untuk menyalurkan bantuan Presiden maupun Pemprov Kalsel. Paman juga memantau dari udara situasi banjir di HST.
Setelah itu secara bergelombang, paman memerintahkan seluruh SKPD Pemprov Kalsel mendatangi dan membantu para dingsanak di HST, terutama wilayah kecamatan Hantakan.
Banjir bandang akibat curah hujan tinggi, mengakibatkan meluapnya sungai Batu Benawa dan Hantakan, terjadi pada Rabu (13/1/2021), pukul 23.00 Wita.
Banjir menghanyutkan 127 rumah dan bangunan warga Desa Alat, Hantakan, Batu Tunggal, Bulayak, Murung B, Haruyan Dayak, dan Datar Ajab. Mengakibatkan 2.840 warga terdampak.
“Selaku pribadi maupun gubernur, Paman menyatakan kedukaan mendalam. Bersama Pemerintah pusat, Pemprov Kalsel dan Pemkab HST memberikan bantuan tanggap darurat dan menyiapkan langkah2 rehabilitasi pasca banjir. Agar HST bisa bangkit kembali,” ucap Sahbirin Noor.
Pantau Jembatan
Kegiatan Paman Birin dilanjutkan dengan memantau perkembangan pengerjaan perbaikan jembatan di Mataraman pada malam hari.
”Malam ini, Kamis (11/2/2021) telah dilakukan uji coba melintasi Jembatan Bailey kedua yang baru saja dirampungkan pembangunannya di samping bangunan utama jembatan Sungai Salim, Mataraman, Kab Banjar, Kalsel,” ujar Paman Birin.
Alhasil, jembatan sukses dilalui oleh 3 unit truk jenis PS Roda 6 bermuatan masing-masing 10 ton.
Jembatan Bailey kedua ini dibangun lebih kuat dibanding Jembatan Bailey pertama yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan Roda dua dan empat saja. Sehingga memaksa truk bertonase besar untuk menempuh jalur alternatif supaya bisa akses ke banua enam atau Kaltim.

Oprit di kedua sisi Jembatan Sungai Salim, di Jalan A Yani Km 55 Desa Mataraman ini hancur akibat terjangan banjir, sehingga memutus akses jalan nasional antarprovinsi. Mengakibatkan suplai barang dan jasa terhambat. Terjadi kemacetan parah karena pelintas harus bergantian melewatinya.
Baik Jembatan darurat Bailey I ataupun II, dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel atas perintah Menteri PUPR. Pemasangan bekerjasama dengan personel TNI.
Dengan suksesnya ujicoba ini, diperkirakan Jumat (12/2/2021) besok, pukul 15.00 Wita, Jembatan Bailey kedua ini dibuka untuk angkutan dengan muatan berat maksimum 10 ton.
“Diharapkan, truk-truk bertonase besar, yang selama ini melalui jalur alternatif Jalan Gubernur Syarkawi atau Handil Bakti, bisa kembali melalui jalur jalan nasional antar provinsi ini,” ujar Sahbirin Noor yang juga Ketua DPD Partai Golak Kalsel. (edj)
Editor: Erna Djedi







