Babak Baru Kasus Tertimbunnya 10 Pekerja Hingga Tewas di Areal Tambang Mentewe Tanah Bumbu
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pengusutan kasus tertimbunnya 10 pekerja tambang hingga tewas di Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, memasuki babak baru.
Polda Kalsel menetapkan empat petinggi PT Cahaya Alam Sejahtera (CAS) sebagai tersangka buntut peristiwa longsor galian tambang di Kabupaten Tanah Bumbu yang terjadi pada 24 Januari 2021.
Adapun 4 orang dari PT CAS itu, yakni AR selaku KTT, JS selaku Manager Operasional, SF selaku Wakil Pengawas Lapangan dan US selaku Pengawas Tambang.
Para tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 158 Undang-Undang No 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dan karena kesalahannya (kealpaanya) menyebabkan orang lain mati sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 KUHP dengan akumulasi ancaman pidana 5 tahun.
Menurut Kapolda, keempatnya adalah orang yang paling bertanggung jawab karena mengetahui aktivitas terlarang dari pekerja tambang manualan itu. Dimana sebenarnya tambang tersebut tidak digunakan lagi untuk penggalian.
"Adapun lokasi galian tambang milik PT CAS yang terletak di Jalan Kodeco Km 33 Desa Mantawakan Mulia, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu itu ternyata menembus wilayah PT Arutmin Indonesia dan tepat di bawah danau bekas galian,' jelas Kapolda dalam pers rilis Humas Polda Kalsel.
Masyarakat yang terus menggali mengeruk batubara di dalam terowongan tak menyadari danau di atasnya bocor hingga terjadi longsor.
Hasil pemeriksaan penyidik di lapangan yang dipimpin Kasubdit IV Tipidter AKBP Endang Agustina, 12 orang pekerja yang selamat mengaku telah menjalankan aktivitas ilegalnya selama tiga tahun.
Kapolda menegaskan pemeriksaan atas kasus itu terus bergulir. Termasuk menelisik terkait perizinan PT CAS di lokasi tambang tersebut serta apakah ada oknum yang jadi beking dan sebagainya.
Kapolda menyampaikan agar kejadian serupa terulang. Saya perintahkan anggota tindak semua dugaan aktivitas tambang ilegal di Kalsel.
Selain menyelamatkan kebocoran keuangan negara dan lingkungan, nyawa manusia juga sangat berharga untuk diselamatkan. (edj)
Editor: Erna Wati