Joniriadi mengatakan, aturan bagi mahasiswa yang harus melaksanakan praktik di kampus akan dibagi atau grup yang terbatas dengan waktu bergiliran, tentunya harus jaga jarak, pakai masker standar dan cuci tangan sebelum masuk ruang.
Sama halnya, kata dia, bagi para mahasiswanya yang harus praktik di lapangan, baik di bengkel atau di laboratorium harus juga mentaati protokol kesehatan.
“Kan kalau yang jurusan rekayasa itu pasti praktek semua, seperti teknik sipil dan teknik elektro, itu rata-rata praktiknya di lapangan,” terangnya.
Joniriadi mengakui, dengan lamanya pandemi Covid-19 ini berakhir, tentunya mengancam kualitas mahasiswanya untuk berkembang sebagai ahli yang siap diterjunkan di dunia industri.
“Kita terus berupaya menjaga kualitas alumni kita ini sebagai SDM yang siap kerja di dunia industri, meski pandemi Covid-19 belum diketahui kapan berakhirnya, kita harus selalu semangat,” ujarnya. (ant)
Editor: Erna Wati







