Sukses Layani MBG Ribuan Pelajar HST, SPPG Banua Jingah Jangkau 3.754 Penerima Manfaat
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Program makan bergizi yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banua Jingah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), kini telah menjangkau 3.754 penerima manfaat sejak mulai beroperasi pada Maret 2025.
Mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan pelajar, mulai tingkat taman kanak-kanak hingga madrasah aliyah.
Selain itu, program juga menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kepala SPPG Banua Jingah, Rahmi Hidayat, mengatakan pencapaian tersebut menjadi hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pengelola program, sekolah hingga kader kesehatan di tingkat desa.
“Kami berkomitmen memastikan setiap porsi makanan bergizi yang didistribusikan selalu higienis, tepat waktu, dan benar-benar diterima oleh sasaran yang membutuhkan,” ujar Rahmi, Rabu (10/6/2026).
Dari total 3.754 penerima manfaat, sebanyak 3.413 berasal dari sektor pendidikan.
Program ini menjangkau sejumlah sekolah mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga madrasah dan sekolah menengah.
Beberapa sekolah penerima manfaat antara lain TK Kartika sebanyak 22 penerima, TK Cendrawasih 38 penerima, TK Merpati 27 penerima, SDN Banua Binjai 103 penerima, SDN 1 Barabai Barat 96 penerima, SDN Barabai Utara 251 penerima, SDN Banua Jingah 72 penerima, MIN 8 HST 799 penerima, SMP 27 HST 60 penerima, MTsN 2 HST 992 penerima, serta MAN 1 HST sebanyak 953 penerima manfaat.
Sementara itu, sebanyak 340 penerima manfaat lainnya berasal dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang mendapatkan layanan melalui sejumlah posyandu di wilayah HST.
Menurut Rahmi, pemberian makanan bergizi secara rutin di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu meningkatkan konsentrasi belajar dan menjaga kondisi fisik peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
“Nutrisi yang seimbang merupakan modal penting bagi anak-anak untuk tumbuh sehat dan belajar secara optimal. Program ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga investasi bagi masa depan generasi muda,” katanya.
Selain menyasar pelajar, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Layanan diberikan melalui delapan posyandu yang tersebar di Desa Ayuang, Banua Jingah, Babai, dan Bakapas.