WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Intensitas hujan yang tinggi di Kalimantan Selatan belakangan ini mengakibatkan banjir besar di sejumlah wilayah di Kalsel.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) RI menganalisa penyebabnya.

Dikutip dari media sosial Lapan RI, Jumat (15/1/2021), banjir bandang dan hujan persisten tersebut disebabkan oleh pembelokan angin dan efek orografis.

Hasil analisa penyebab banjir bandang di Kalimantan Selatan pada Januari 2021 oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) RI. Foto: LAPAN RI/Facebook.

Banjir dengan ketinggian 2-3 meter di beberapa lokasi di Kalimatan Selatan, Rabu (13/1/2021) terjadi setelah hujan yang terus mengguyur secara merata di daerah tersebut.

Analisis dinamika atmosfer menunjukkan penguatan angin monsun Asia dari Laut Tiongkok Selatan ke Pulau Jawa melewati Selat Karimata mengalami pembelokan di atas laut Jawa bagian utara Pulau Jawa.

Pembelokan angin baratan menjadi baratdayaan ini terjadi di atas Kalimantan Selatan karena terdapat pusat tekanan rendah, yaitu di atas Pulau Sulawesi dan di Samudra Pasifik utara Sulawesi.

Uap air yang dibawa oleh angin tersebut selanjutnya membangkitkan aktivitas awan konvektif yang persisten dan terkonsentrasi di wilayah tersebut dari pukul 13.00-18.00 WIB karena tertahan oleh dataran tinggi di atas Kalimantan Selatan yang memanjang dari selatan ke utara.

Hasil analisa penyebab banjir bandang di Kalimantan Selatan pada Januari 2021 oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) RI. Foto: LAPAN RI/Facebook.

Aktivitas konvektif tersebut menimbulkan hujan intensitas tinggi dan persisten dari tanggal 13 Januari pukul 15.00 WIB hingga keesokan hari pukul 07.00 WIB.

Dalam hal ini, dataran tinggi atau pegunungan di Kalimantan Selatan telah berperan dalam mengangkat udara yang tidak stabil melalui proses pembentukan awan dan hujan yang disebut juga dengan hujan orografis. (brs)

Editor: Yayu Fathilal