Sementara itu staf Menteri Informasi Judith Nabakooba menyebut dirinya tidak dapat berkomentar untuk saat ini.
Seorang sumber di sektor telekomunikasi Uganda mengatakan pemerintah telah menjelaskan kepada pimpinan eksekutif di perusahaan komunikasi bahwa pelarangan media sosial merupakan bentuk aksi balasan terhadap Facebook yang memblokir sejumlah akun pro-pemerintah.
Facebook menyebut pada Senin (11/1) bahwa pihaknya menutup sebuah jaringan di Uganda yang terkait dengan Kementerian Informasi atas penggunaan akun palsu dan akun duplikat untuk membuat unggahan jelang pemilu pekan ini. (ant)
Editor: Erna Wati







