Dijelaskan dia, untuk penanganan sementara warga telah bergotong royong menebang pohon agar roda dua bisa melintas dan persoalan ini telah disampaikan pihaknya ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) HSS.
Dari pantauan pihaknya sekitar empat buah rumah warga Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung terendam banjir, kedalaman sekitar 30 centimeter, kemudian di Kecamatan Angkinang sebanyak 25 rumah warga terendam antara 50 centimeter hingga 1 meter dan sekitar 135 jiwa terdampak.
Banjir di Kecamatan Angkinang cukup parah, ada beberapa warga yang dievakuasi, pihaknya juga melakukan pemantauan di wilayah Kecamatan Kandangan karena debit air di sana mulai mengalami peningkatan.
Menurut dia, banjir akibat luapan air Sungai Amandit yang terjadi hampir setiap tahunnya ini akan berangsur kembali normal sekitar enam sampai tujuh jam, juga ada satu buah rumah di Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung terdampak longsor dengan kerusakan sekitar 50 persen.
BPBD Kabupaten HSS terus berupaya melakukan penanganan kepada masyarakat setempat yang terdampak bencana, upaya evakuasi dan berkoordinasi bersama Dinas Sosial terkait tenda darurat dan dapur umur, juga dibantu tim relawan, Dinas Kesehatan HSS, serta Palang Merah Indonesia (PMI). (ant)
Editor: Erna Wati







