Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) Sebentar Lagi, Begini Suasana Perayaan Natal di Banjarmasin Era Penjajahan Belanda
Dia juga menuliskan, menurut antropolog Frieda Amran, rumah-rumah di Hindia Belanda umumnya tak memiliki cerobong asap sehingga anak-anak Belanda dan Indo menaruh sepatu berisi rumput dan cawan minuman kuda Sinterklas di bawah jendela. Ada pula yang menaruh sepatu di bawah tempat tidur. Pagi-pagi, tanggal 5 Desember, semua anak Belanda, Belgia, dan Indo-Belanda di seluruh dunia bersorak gembira mendapatkan hadiah di sepatu mereka. Ada permen serta coklat tersebar di antara sisa-sisa rumput yang tak habis dimakan oleh kuda Sinterklaas.
Khusus di wilayah Hindia Belanda, perayaan Sinterklas juga ditunggu-tunggu dan dirayakan secara meriah. "Demikian halnya di Banjarmasin. Hampir setiap kantor dan perusahaan mengadakan perayaan Sinterklas untuk anak-anak pegawai mereka. Biasanya pegawai Belanda memerankan Sinterklas dan pegawai Belanda maupun pribumi menjadi Piet Hitam," ujarnya.
Seperti dilakukan pegawai pengadilan/Justitie Ambtenaar M.J.A. Oostwoud Wijdenes yang merayakan Hari Sinterklas di Banjarmasin, tahun 1930-1940. Dalam perayaan tersebut, Wijdenes mengajak N. Guldenaar yang berperan sebagai Zwarte Piet. Di unggahannya itu, dia juga memposting beberapa foto Sinterklas, Piet Hitam dan suasana kemeriahan perayaan Natal di Indonesia tempo dulu. (brs)
Editor: Yayu Fathilal