WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Banjir sepekan terjadi di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan membuat petambak ikan merugi. Dialami petambak ikan di kawasan Cindai Alus dan sekitarnya yang hanya bisa pasrah kehilangan ikan saat air banjir masuk melebihi batas tambak.
Seorang pengusaha tambah di Cindai Alus Kabupaten Banjar, Abduh harus merelakan beberapa tambaknya meluap.
“Bersyukur masih bisa menyelamatkan satu tambak, berhasil menyelamatkan ikan-ikannya tidak keluar. Namun sayangnya untuk tambak lain seperti pembibitan tidak bisa terselamatkan,” katanya.
Banjir di kawasan Cintai Alus ketinggian air cukup pasang dan deras. Nasib Abduh sedikit beruntung dibanding pengusaha tambak lainnya yang hampir 95 persen tidak bisa menyelamatkan ikan-ikan dan lepas dari tambak.
Dia menjelaskan, saat ini sedang musim panen dan usaha tambak sudah mulai membaik. Namun adanya bencana banjir yang diluar prediksi, membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
Abduh tetap berharap, ketinggian air atau banjir bisa segera mereda, karena kondisi banjir saat ini dinilai yang terparah, dengan ketinggian air melebihi batas tambak.







