WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Terkait dugaan kasus bullying terhdap siswa mereka, pihak salah satu SMP di Banjarbaru menyebut persoalan yang melibatkan dua siswanya dalam polemik, sempat diselesaikan secara internal sebelum bergulir ke ranah hukum.
Kepala sekolah, Muhazir Fanani, mengatakan persoalan tersebut bermula dari saling ejek antarsiswa di grup WhatsApp, pada Agustus 2025.
Menurutnya, interaksi itu kemudian terbawa hingga ke lingkungan sekolah.
Baca Juga: Kasus Dugaan Bullying Anak di Banjarbaru, Polisi Ungkap Kondisi Korban
Baca Juga: Dugaan Bullying Anak di Banjarbaru, Kuasa Hukum Beberkan Kronologi
“Awalnya itu di grup WhatsApp, lalu terbawa ke lingkungan sekolah. Anak-anak saling mengejek,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Merespons hal tersebut, pihak sekolah melakukan penanganan secara berjenjang, mulai dari wali kelas, guru BK hingga Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).
Tak hanya itu, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan hingga Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru juga turut dilibatkan.
Muhazir menegaskan, selama proses tersebut tidak ditemukan adanya kekerasan fisik antarsiswa.







