“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada pukul-memukul, tidak ada kekerasan fisik dan itu diakui kedua orang tua,” katanya.
Lebih lanjut, kedua siswa sempat dipertemukan di sekolah dan saling meminta maaf, pada November 2025.
Menurutnya, persoalan antarsiswa saat itu telah dinyatakan selesai di lingkungan sekolah.
Namun, situasi kembali berkembang setelah muncul persoalan di luar lingkungan sekolah, yang kemudian berlanjut ke proses hukum.
“Itu sudah di luar ranah kami,” tuturnya.
Di sisi lain, pihak sekolah juga mengaku telah beberapa kali memenuhi permintaan orang tua demi kenyamanan belajar siswa.
Mulai dari perpindahan kelas, perpindahan tempat duduk, hingga salah satu siswa akhirnya pindah sekolah atas permintaan keluarga.
“Kami hanya memfasilitasi sesuai permintaan orang tua,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)







