WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– PT. Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tanah Laut baru saja merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk mengevaluasi rapor kinerja sepanjang tahun lalu.
Pertemuan strategis para pemegang saham ini dilangsungkan di Algoritma Resto, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (29/4/2026).
Meski kondisi ekonomi sedang dinamis, PT BPR Tanah Laut berhasil membukukan performa finansial yang cukup impresif.
Perusahaan tercatat sukses mengantongi laba bersih mencapai lebih dari Rp1,8 miliar pada tahun buku 2025, melonjak signifikan jika dibandingkan perolehan tahun 2024 yang berada di angka Rp1,3 miliar.
Namun, di balik kegemilangan laba tersebut, perusahaan masih menyisakan pekerjaan rumah yang berat.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut, Masturi, yang hadir mewakili Penjabat Bupati H. Rahmat Trianto, memberikan catatan kritis terhadap kesehatan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).
Dari beberapa indikator, kondisi PT BPR kita sehat. Dari sisi laba juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi, 43,5 persen,” ungkap Masturi.
Meski memuji pertumbuhan laba, ia memberikan peringatan keras terkait angka NPL yang saat ini masih bertengger di atas 6 persen.
Padahal, standar perbankan yang sehat mewajibkan angka tersebut berada di bawah level 5 persen.
”NPL masih di atas 6 persen, sementara kondisi sehat seharusnya di bawah 5 persen. Ini menjadi kerja bersama agar ke depan bisa ditekan,” tegasnya.







