WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum kepala desa di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, menghebohkan warga dan viral di media sosial.
Oknum kepala desa tersebut digerebek oleh istri sahnya sendiri bersama warga di sebuah rumah kontrakan di Komplek Griya Flamboyan Matah, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Peristiwa yang terjadi di Jalan Sirajul Huda, Kelurahan Karang Taruna itu sontak menjadi tontonan warga sekitar. Kecurigaan masyarakat terhadap aktivitas sang kepala desa disebut sudah berlangsung cukup lama.
Kecurigaan tersebut memuncak ketika sang istri mendatangi rumah kontrakan yang diduga menjadi lokasi pertemuan suaminya dengan seorang perempuan.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat istri sah meluapkan kemarahan kepada perempuan yang ditemukan bersama suaminya di dalam rumah tersebut.
Belakangan diketahui, perempuan tersebut merupakan seorang aparatur desa dari Kecamatan Takisung dan juga diketahui masih memiliki suami.
Di depan rumah kontrakan itu juga terlihat terparkir satu unit sepeda motor dinas Honda Vario berpelat merah serta sebuah mobil Honda Brio hitam dengan nomor polisi KH 1645 TG yang diduga milik oknum kepala desa tersebut.
Ironisnya, rumah kontrakan yang menjadi lokasi kejadian diketahui disewa dengan alasan untuk kepentingan proyek desa hingga Maret 2026.
Mediasi Berlangsung Hingga Larut Malam
Untuk menghindari kericuhan lebih lanjut, anggota Polsek Pelaihari langsung mengamankan oknum kepala desa dan perempuan tersebut ke Mapolsek Pelaihari untuk dimintai keterangan.
Proses penyelesaian persoalan ini berlangsung cukup panjang. Sejumlah pihak turut hadir dalam mediasi, mulai dari Camat Pelaihari, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tanah Laut, hingga pengurus Ikatan Kerukunan Kepala Desa (IKKD).
Mediasi berlangsung sejak Senin malam dan baru mencapai kesepakatan sekitar pukul 23.00 Wita.






