WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat DESA BERSATU melalui Ketua Umum Muhammad Asri Anas menyampaikan sikap terkait impor kendaraan.
Rencana tersebut mencakup pengadaan 105.000 unit kendaraan niaga dari India senilai Rp 24,66 triliun.
Muhammad Asri Anas menyatakan kemitraan Indonesia dan India penting namun tidak boleh mengabaikan industri otomotif nasional.
Ia menyebut sektor otomotif nasional menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja sepanjang rantai pasok.
DPP DESA BERSATU meminta prioritas kepada industri nasional termasuk anggota GAIKINDO yang berkapasitas 400.000 unit.
DPP DESA BERSATU juga meminta Pemerintah memberi mandat kepada PT Pindad memproduksi kendaraan operasional Maung.
Jika melibatkan Mahindra & Mahindra serta Tata Motors, kontrak wajib mensyaratkan lokalisasi pabrik.
Pemerintah harus mewajibkan fasilitas perakitan di Indonesia serta skema transfer teknologi manufaktur.
DPP DESA BERSATU mengusulkan kombinasi merek termasuk Jepang dan Tiongkok serta pengadaan berbasis wilayah.
DPP DESA BERSATU meminta evaluasi kontrak agar sejalan hilirisasi dan keberlanjutan Koperasi Desa Merah Putih. (Wartabanjar.com/andi)
Editor: Andi Akbar
