WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman pada awal 2026. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog per Februari 2026 tercatat mencapai 3,3 juta ton dan diproyeksi terus meningkat dalam waktu dekat.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut lonjakan stok ini merupakan hasil peningkatan produksi beras nasional. Sepanjang 2025, produksi beras Indonesia menembus 34,71 juta ton sehingga kebutuhan impor tidak lagi diperlukan.
Amran memperkirakan stok beras di gudang Bulog akan terus bertambah. Bahkan dalam tiga bulan ke depan, cadangan beras diproyeksi bisa menyentuh 6 juta ton.
“Dalam tiga bulan ke depan kemungkinan stok CBP di Bulog mencapai 6 juta ton, sementara kapasitas gudang hanya 3 juta ton,” ujar Amran dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2).
Dalam waktu dekat, stok beras juga diprediksi meningkat signifikan. Hingga akhir Februari 2026, jumlah beras di Bulog diperkirakan naik menjadi sekitar 3,94 juta ton.
Melonjaknya produksi beras membuat kapasitas penyimpanan Bulog tidak lagi memadai. Saat ini Bulog telah menyewa tambahan gudang dengan kapasitas sekitar 1 juta ton, namun kebutuhan ruang penyimpanan diperkirakan masih akan bertambah.
Amran menegaskan, peningkatan stok beras ini menjadi indikator kuat keberhasilan program swasembada pangan yang tengah didorong pemerintah. Namun di sisi lain, pemerintah perlu menyiapkan dukungan anggaran tambahan untuk memperluas kapasitas penyimpanan agar lonjakan produksi bisa dikelola optimal. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)







