WARTABANJAR.COM, RIO DE JANEIRO. Beberapa hari sebelum Rio de Janeiro bersiap menjadi tuan rumah KTT Iklim PBB “COP30”, kota itu justru berubah menjadi medan perang berdarah. Ribuan polisi Brasil melancarkan Operasi Besar-Besaran melawan dua kartel narkoba paling berbahaya di negara itu — Comando Vermelho dan Red Command — yang telah lama menguasai wilayah kumuh (favela) Alemao dan Penha.
Operasi yang digelar dengan kekuatan lebih dari 2.500 personel kepolisian bersenjata lengkap itu berlangsung mencekam. Suara tembakan menggema di seluruh penjuru kota, disertai ledakan granat dan serangan udara menggunakan drone. Menurut laporan resmi, 84 orang tewas, terdiri atas 80 anggota kartel dan 4 petugas kepolisian, sementara 81 orang berhasil ditangkap hidup-hidup.
Dalam aksi penyergapan ini, aparat juga berhasil menyita 20 senjata api berat dan 28 granat aktif, di antaranya:
9 unit AR-15 (5,56x45mm)
1 unit Type 56-2 (7,62x39mm)
1 unit HK G416 (5,56x45mm)
4 unit AR-10 (7,62x51mm)
1 unit Beretta RX4 Storm (5,56x45mm)







