WARTABANJAR.COM, SIDOARJO – Tim SAR gabungan telah mengevakuasi delapan santri dalam keadaan selamat dari dalam reruntuhan Mushola Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, runtuh pada Senin (29/9).
Santri yang telah dievakuasi kemudian dibawa ke tiga rujukan Rumah Sakit terdekat yakni RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD RT Notopuro Sidoarjo.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang
Sigit, menginformasikan adanya tambahan personil dan peralatan dari Basarnas Special Group (BSG) dari Kantor Pusat Jakarta, 1 tim dari Kantor SAR Jogjakarta, dan 1 tim dari Kantor SAR Semarang.
Hingga pukul 02.26 WIB, tim SAR gabungan
masih berupaya untuk melakukan evakuasi
terhadap korban tertimbun reruntuhan dan
membuka akses untuk worksite ke empat
setelah sebelumnya telah berhasil
mengevakuasi delapan korban dari tiga
worksite berbeda yakni A1, A2, dan A3.
Operasi SAR ini akan dilakukan 24 jam tanpa
berhenti dengan membuat sistem shift untuk
tim SAR gabungan yang bertugas di lokasi
kejadian.
“Satu shift akan bekerja selama dua belas jam,
demi menjaga performa tim yang bekerja di
tenaah reruntuhan” imbuh Nanang. (Wartabanjar.com/humassar)
Editor Restu







