WARTABANJAR.COM, SEMARANG – Pengadilan Niaga Kota Semarang memutus pailit PT Sri Rejeki Isman (Sritex) setelah mengabulkan permohonan salah satu kreditur perusahaan tekstil tersebut yang meminta pembatalan perdamaian dalam penundaan kewajiban pembayaran utang yang sudah ada kesepakatan sebelumnya.
Juru Bicara Pengadilan Niaga Kota Semarang Haruno Patriadi di Semarang, Rabu (23/10), membenarkan putusan yang mengakibatkan PT Sritex pailit.
Baca juga:Majukan Bola Voli Nasional, PLN Mobile Proliga 2023 Kembali Digelar dan Catat Tanggalnya
Menurut dia, putusan dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Muhammad Anshar Majid tersebut mengabulkan permohonan PT Indo Bharat Rayon sebagai debitur PT Sritex.
“Mengabulkan permohonan pemohon. Membatalkan rencana perdamaian PKPU pada bulan Januari 2022,” katanya.
Dalam putusan tersebut, kata dia, ditunjuk kurator dan hakim pengawas.







