Konsumsi PON XXI Dikritik Netizen, Menpora Bilang Begini:

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menyesalkan dugaan miring korupsi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara (Sumut) 2024. Pasalnya, kritikan dan isu miring itu banyak beredar di media sosial (medsos).

Demikian penegasan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo dalam konferensi pers di Medan, Sumut, Sabtu (14/09/2024). Dirinya membantah dengan menyebut bahwa warganet hanya menggunakan beberapa contoh kasus untuk menuding pihak penyelenggara.

“Harus kami bantah, seluruh penyelenggara sudah bekerja keras, itu adalah respons saya yang tidak terima setelah pembukaan PON. Kami dihujani kritik di medsos, netizen hanya menggunakan beberapa contoh kasus, lalu cepat menuduh penyelenggaraan PON penuh korupsi,” kata Menpora seperti dikutip Wartabanjar.com.

Baca juga: Promo Diskon 20 Persen dari Bank Kalsel di Rona Nona

Ia meminta, masyarakat mengedepankan prasangka baik. Sehingga tidak terlontar tudingan adanya korupsi dalam penyelenggaraan event tersebut.

“Saya membela diri karena kita sudah ada satgas tata kelola. Jangan langsung menuduh adanya penyelewengan atau korupsi,” ucap Menpora.

Ia memastikan, permintaan dilakukan pendalaman terkait dugaan penyelewengan bukan berkaitan dengan dugaan korupsi. Pendalaman tersebut, dilakukan untuk menanggapi keluhan masyarakat serta memastikan kebenaran dari tudingan yang beredar di medsos.

“Mengenai buruknya penyelenggaraan PON, masyarakat jangan ragu melaporkan dugaan penyelewengan dalam penyelenggaraan PON 2024. Karena satgas akan menindaklanjutinya dengan serius,” ujar Menpora.

Baca juga: Barito Putera Tahan Imbang Persik Kediri 2-2

Seperti diketahui, sejumlah kritikan atas penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut itu antara lain terkait konsumsi yang diterima atlet. Makanan yang diberikan untuk atlet dinilai terlalu sederhana berupa nasi kotak dengan menu ala kadarnya, seperti yang beredar di media sosial.