Akibatnya, auditor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) langsung mengumpulkan bukti konsumsi hingga porsi makanan atlet dan official yang diduga tidak sesuai harga di Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bidang Konsumsi PB PON Wilayah Aceh.
Berdasarkan data yang diterima, penyedia konsumsi PON di Aceh itu adalah PT Aktifitas Atmosfer yang berbasis di Jakarta Selatan sebagai vendor tunggal. Perusahaan itu mengelola konsumsi atlet hingga official PON 2024 dengan pagu anggaran senilai Rp42,3 miliar.
Baca juga: Polri Bentuk Satgas Dugaan Penyelewengan Dana PON XXI Aceh-Sumut
Dalam RAB itu juga disebutkan bahwa harga satuan per porsi makanan untuk atlet Rp50.900 dan secara keseluruhan mencapai Rp 30,8 miliar. Sementara untuk snack atlet per satuannya Rp18.900 dan nilai secara keseluruhan Rp11,4 miliar.
Namun, berdasarkan sejumlah laporan di lapangan, harga tersebut berbeda dengan kondisi riil yang diterima atlet hingga ofisial.
Sebagian atlet mendapat satu kotak nasi yang di dalamnya hanya telur bulat, irisan wortel dan air mineral gelas. Lalu ada yang mendapat lauk berupa ayam seukuran jari kelingking orang dewasa.
Baca juga: Satgasus Pencegahan Korupsi Polri Lakukan Monev Program Kementan
Lalu ada yang menerima nasi keras hingga lauk yang sudah basi. Persoalan itu diperparah dengan keterlambatan distribusi konsumsi yang sering telat sampai ke lokasi atlet beristirahat. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







