WARTABANJAR.COM, BANDUNG – Polda Jawa Barat telah merilis terduga dalang dari pembunuhan Vina dan Eky pada 2016 silam, yang bernama Pegi Setiawan. Namun sejumlah warga tidak meyakini bahwa Pegi Setiawan tersebut merupakan dalang dari peristiwa tragis yang menimpa Vina dan Eky.
Kesaksian yang menyatakan Pegi Setiawan tidak bersalah, kembali muncul, kali ini datang dari tetangga Pegi yang bernama Suharsono (40 tahun) atau sering dipanggil Nono Bondol.
Suharsono mengungkapkan, ia tidak yakin Pegi Setiawan menjadi otak atau dalang dari pembunuhan Vina dan Eky.
“Saya selaku teman kerja buruh bangunan dan sekaligus tetangga kampung enggak yakin dengan penetapan Pegi Setiawan sebagai pelaku, jadi Pegi korban salah sasaran atau salah tangkap,” ungkapnya saat ditemui di Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (26/5/2024).
Suharsono mengatakan, sebelum peristiwa pembunuhan tersebut terjadi, Pegi mengajak dirinya untuk bekerja di Bandung.
“Keyakinan itu saya dapatkan karena kerja kita itu bareng. Jadi ceritanya, tanggal 21 Agustus 2016 saya ditelepon sama Pegi untuk ngajak kerja di Bandung. Kebetulan saya waktu itu lagi nganggur jadi saya terima tawaran itu,” katanya.
Suharsono melanjutkan, ia berangkat ke Bandung untuk bekerja sebagai buruh bangunan. Suharsono berangkat ke Bandung bersama adik Pegi yang bernama Robi.
“Di Bandung ternyata sudah ada Parman (paman Pegi) dan ada Ibnu (saudara). Terus saya berangkat tuh ke Bandung sama Robi, tanggal 21 Agustus 2024, karena Robi tuh sudah pernah kerja (buruh bangungan) di situ,” lanjutnya.
“Terus sampai sana (Bandung), saya langsung kerja (jadi buruh bangunan), tetapi lupa di Bandungnya wilayah mana,” ucapnya.
Suharsono menceritakan, bahwa ia hanya sebentar bekerja di Bandung dan ia pun pulang kembali ke Cirebon tepat pada 27 Agustus 2016.
“Nah di sana saya cuma sebentar, pas gajian tanggal 27 Agustus 2016 saya minta pulang (kampung) karena tidak betah. Sebelumnya, saya sudah ngomong ke Parman, Pegi, Robi, dan Ibnu kalau saya pengin pulang,” paparnya.
Saat akan pulang, Suharsono diantarkan oleh Pegi, Ibnu, dan Robi hingga jalan raya tempat melintasnya angkutan kota (angkot) dengan tujuan terminal Leuwipanjang, Kota Bandung.
“Nah tanggal 27 Agustus 2016 akhirnya saya pulang diantar sama Pegi, Ibnu, dan Robi sampai jalan raya. Pas angkot datang, saya naik tuh jurusan Leuwipanjang sekitar jam 8 malam. Setelah di Leuwipanjang, saya lanjut naik bus jurusan arah Cirebon,” tambahnya.
Sekitar pukul 23.00 WIB, Suharsono tiba dan turun di Tol Palikanci KM 202, tepat di bawah jembatan Talun (TKP ditemukannya Vina dan Eky), dan melihat ada keramaian di atas jembatan Talun.
“Akhirnya, saya tiba di Cirebon sekitar pukul 23.00 WIB, saya turun di bawah jembatan (ruas Tol Palikanci) KM 202 atau di jembatan Talun. Sudah turun, saya jalan kaki dan mendengar keramaian pas di atas jembatan. Pas saya lihat, yang saya dengar di lokasi itu kejadian kecelakaan,” ujarnya.







