Tetangga yang Juga Rekan Pegi Perong Sesama Buruh Ungkap Fakta Ini

Setelah mendengar ada kecelakaan, ia pun bergegas pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari jembatan Talun.

“Setelah itu, saya pulang lah karena memang jarak dari jembatan ke rumah dekat (di Desa Kepongpongan, dekat rumah Pegi),” terangnya.

Setelah adanya informasi terkait kecelakaan, Suharsono mendapatkan kabar bahwa peristiwa tersebut bukan lah kecelakaan, tetapi pembunuhan.

“Beberapa hari setelahnya, saya mendengar tuh peristiwa kerasukan temannya Vina (Linda), terus saya dengar juga bahwa kejadian kecelakaan yang kemarin saya lihat di Jembatan Talun itu ternyata pembunuhan yang pelakunya katanya Pegi,” bebernya.

Setelah mendengar kabar tersebut, Suharsono segera bergegas ke rumah Pegi, ia pun mendapat kabar bahwa pelaku dari pmbunuhan tersebut adalah Pegi.

“Terus saya dengar rumah Pegi juga digerebek, karena itu saya besoknya main tuh ke rumah Pegi. Di rumah Pegi, ibunya cerita kalau Pegi pelakunya, ya saya kaget, karena tanggal 27 Agustus 2016 itu, Pegi enggak pulang, ada di Bandung,” jelasnya.

Suharsono meyakini bahwa Pegi bukanlah pelaku dari pembunuhan Vina dan Eky, pasalnya Pegi hanya mengantarkan Suharsono hingga ia naik angkot jurusan Terminal Leuwipanjang.

“Pegi cuma nganter saja sampai jalan raya untuk saya naik angkot. Jadi enggak logis saja, Pegi ditetapkan tersangka karena Pegi enggak di Cirebon waktu kejadian, enggak mungkin juga ada Pegi nyusul saya pulang (ke Cirebon) terus membunuh orang, enggak mungkin,” ucapnya.

Suharsono menduga petugas kepolisian telah salah tangkap dan ia bersedia menjadi saksi dari Pegi Setiawan. “Nah setelah Pegi ditetapkan tersangka ini, saya insyaallah bersedia memberikan kesaksian untuk Pegi. Saya yakin Pegi bukan pembunuh, ini korban salah tangkap,” katanya.

Terkait isu berubahnya identitas dari Pegi, Suharsono menjelaskan, Pegi Setiawan tidak pernah berganti identitas.

“Terus terkait Pegi berubah identitas (jadi Robi) juga aneh, karena Robi itu adiknya Pegi. Waktu itu posisinya Robi juga di Bandung. Jadi Pegi ini bukan ganti nama, tetapi adiknya ada yang namanya Robi. Semuanya saat itu ada di Bandung,” jelasnya.

Suharsono menuturkan, Pegi merupakan anak yang rajin dan menjadi tulang punggung keluarganya. “Pegi tuh orangnya baik, dia tulang punggung keluarga. Dia rajin salat, merokok jarang. Pegi kerja membantu ibunya dan adiknya. Soalnya waktu itu, bapaknya Pegi nikah lagi,” tuturnya. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi

Berita ini telah tayang di beritasatu.com dengan judul Pengakuan Tetangga: 27 Agustus 2016 Pegi Ada di Bandung