WARTABANJAR.COM, KUALA LUMPUR- Penularan virus corona atau COVID-19 di Malaysia menjelang hari raya Idul Fitri 1444 H meningkat.
Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat jumlah penularan Covid-19 di negara itu meningkat 87,5 persen dalam 14 hari terhitung hingga 8 April 2023 lalu.
Dalam periode yang sama, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan pasien yang meninggal dunia juga meningkat 30,5 persen serta 25 persen, menurut laporan The Strait Times.
Menteri Kesehatan Malaysia, Zaliha Mustafa menegaskan meski angka penularan virus Corona kembali melonjak, rumah sakit masih beroperasi seperti biasa.
Pasien Covid-19 di rumah sakit naik 17,6 persen pada awal April ini jika dibandingkan dengan Maret 2023.
Pasien yang dipantau, menurutnya, merupakan kelompok orang dengan risiko tinggi seperti para lanjut usia (Lansia) atau pasien dengan penyakit bawaan (komorbid).
Ia menambahkan, sebagian besar kasusnya ini memiliki gejala ringan dan stabil.
“Dengan demikian, situasi Covid-19 ini tidak memprihatinkan,” ucap Zaliha melalui pernyataan resminya, Kamis (13/4/2023) menurut laporan kantor berita Bernama.
Zaliha mengatakan sejak awal tahun ini hingga Selasa (11/4/2023) lalu, tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) Covid-19 sebesar 0,3 persen dibandingkan gelombang Covid-19 Delta yang CFR-nya tinggi 2,1 persen.
Sebanyak 63,8 persen melibatkan pasien berusia di atas 60 tahun dan 90,7 persen adalah pasien dengan penyakit bawaan atau komorbid.
Dia juga mengatakan, risiko kematian di antara pasien yang tidak divaksinasi adalah enam kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang telah mendapatkan vaksin booster.