“Dengan demikian, situasi Covid-19 ini tidak memprihatinkan,” ucap Zaliha melalui pernyataan resminya, Kamis (13/4/2023) menurut laporan kantor berita Bernama.
Zaliha mengatakan sejak awal tahun ini hingga Selasa (11/4/2023) lalu, tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) Covid-19 sebesar 0,3 persen dibandingkan gelombang Covid-19 Delta yang CFR-nya tinggi 2,1 persen.
Sebanyak 63,8 persen melibatkan pasien berusia di atas 60 tahun dan 90,7 persen adalah pasien dengan penyakit bawaan atau komorbid.
Dia juga mengatakan, risiko kematian di antara pasien yang tidak divaksinasi adalah enam kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang telah mendapatkan vaksin booster.
Data pekan lalu, lanjut Zaliha, mengatakan hanya 50 persen atau 16.325.561 orang Malaysia yang telah menerima booster vaksin pertama, dan 2,5 persen (818.420) telah melakukan suntikan booster kedua.
“Jika sudah divaksin akan mengurangi risikonya. Oleh karena itu masyarakat terutama individu yang berisiko tinggi, diimbau untuk mendapatkan suntikan penguat atau booster karena akan ada penurunan kekebalan dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan sejak dosis terakhir,” paparnya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu






